Archives

0

Kimia Analitik Dasar dengan Strategi Problem Solving dan Open-ended Experiment

Unknown Jumat, 14 September 2018
Kimia Analitik Dasar
dengan Strategi Problem Solving dan Open-ended Experiment


Judul                     : Kimia Analitik Dasar
                              dengan Strategi Problem Solving dan Open-ended Experiment
Penulis                   : Dr. Indarini Dwi Pursitasari, M.Si.
Editor                    : Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si.
Desain/Tata letak  : Ferli Zulhendri
Penerbit                 : Alfabeta, cv Bandung
Tahun Terbit         : 2014
Ukuran buku         : 16 x 24 cm
Tebal buku            : viii + 208 halaman
Bahasa                   : Indonesia
Cetakan                 : Pertama
ISBN                     : 978-602-289-069-0

Buku kimia analitik dasar dengan Strategi Problem Solving dan Open-ended Experiment ini ditulis oleh Dr. Indarini Dwi Pursitasari, M.Si. kemudian diedit oleh Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si. Buku ini ditulis pada tahun 2014. Penyusunan buku ini dilatarbelakangi oleh kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan problem analitik serta hasil penelitian disertasi. Kini buku ajar ini hadir khususnya bagi mahasiswa yang mengambil jurusan pendidikan kimia. Dengan tujuan agar mahasiswa dapat memahami materi analisis kuantitatif, khususnya analisis gravimetri dan analisis titimetri. Akhirnya Penulis meluncurkan buku ini dengan cetakan pertama pada September 2014. 
Buku ini memaparkan pengetahuan mengenai karakteristik materi kimia analitik dengan strategi problem solving dan open-ended, pengolahan data hasil analisis kuantitatif, pengantar analisis kimia kuantitatif, analisis kuantitatif konvensional, metode analisis gravimetri, titrasi asam-basa, titrasi pengendapan, titrasi pembentukan kompleks, serta titrasi reduksi oksidasi. 
Kimia analitik merupakan salah satu cabang Ilmu Kimia yang mempelajari tentang pemisahan dan pengukuran unsur atau senyawa kimia. Untuk menentukan komposisi dan struktur materi yang diawali dengan pengambilan sampel, melakukan pengukuran, menganalisis data yang diperoleh, dan menjelaskannya menjadi informasi pengetahuan yang baru. Dengan adanya penggunaan startegi problem solving dan open-ended dapat meningkatkan motivasi, penguasaan materi, keterampilan merancang dan melaksanakan eksperimen. 
Dalam analisis kimia kuantitatif memerlukan peralatan dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Selain itu juga memerlukan beberapa peralatan laboratorium dasar yang terbagi menjadi dua yaitu; pertama, peralatan untuk pengukuran merupakan peralatan laboratorium yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang massa maupun volume suatu zat yang diperlukan dalam analisis kimia. Peralatan ini terdiri dari; neraca, buret, labu ukur, gelas kimia, gelas ukur,dll. Kedua, peralatan pendukung merupakan peralatan yang diperlukan untuk menunjang keterlaksanaan dan keberhasilan suatu metode analisis kimia kuantitatif, sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Beberapa jenis peralatan pendukung yang diperlukan dalam analisis kimia kuantitatif yaitu; pipet tetes, oven, gelas arloji, tabung reaksi,dll.
Analisis kimia kuantitatif bertujuan untuk menentukan kadar atau konsentrasi suatu analit dalam sampel tertentu. Dalam analisis kuantitatif konvensional melibatkan proses kimia, sedangkan dalam analisis kuantitatif instrumentasi melibatkan proses fisika dengan menggunakan prinsip interaksi materi dengan energi dalam pengukurannya. Analisis kuantitatif konvensional terdiri atas analisis gravimetri dan analisis titimetri
Pada prinsip analisis gravimetri, sampel dilarutkan dengan pelarut yang sesuai, kemudian ditambahkan zat pengendap. Langkah-langkah dalam analisis gravimetri adalah pelarutan sampel, menambahkan pereaksi, penyaringan endapan, penimbangan endapan, dan perhitungan. Proses pengendapan diawali dengan pembentukan inti yang selanjutnya ukuran inti tersebut semakin besar dan mengendap ke dasar wadah. Analisis gravimetri dapat dilakukan untuk menentukan kuantitas besi, alumunium, barium, sulfat, klorida, fosfat, nikel, dan lain-lain. 
Sedangkan pada prinsip analisis titrimetri, larutan sampel dititrasi dengan larutan yang konsentrasinya diketahui dengan tepat untuk bereaksi secara kuantitatif dengan larutan analit. Jenis analisis titimetri adalah titrasi asam-basa, titrasi pengendapan, titrasi pembentukan kompleks, dan titrasi reduksi oksidasi. Titrasi asam basa merupakan titrasi antara asam atau basa dengan menggunakan larutan standar asam kuat atau basa kuat. Kurva titrasi menggambarkan hubungan antara volume larutan standar yang ditambahkan dengan pH larutan. Untuk melihat titik akhir titrasi ditandai dengan adanya perubahan warna indikator asam dan basa.
Titrasi pengendapan atau sering disebut dengan titrasi argentometri merupakan titrasi terhadap larutan analit dengan larutan standar perak nitrat. Kurva titrasi argentometri menyatakan hubungan antara volume titran ( zat pengendap ) yang ditambahkan dengan pCl atau pAg. Titrasi argentometri dapat dibedakan atas tiga metode berdasarkan indikator yang digunakan untuk penentuan titik akhir, yaitu; metode Mohr, metode Volhart, dan metode Fajans.
Titrasi kompleksmetri merupakan titrasi terhadap larutan analit dengan titran yang mampu membentuk ion atau senyawa kompleks. Titrasi kompleksmetri dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu; titrasi yang melibatkan ligan monodentat dan titrasi yang melibatkan ligan polidentat. Prosedur yang dapat digunakan dalam dalam titrasi dengan EDTA antara lain titrasi langsung, titrasi balik, titrasi substitusi, titrasi tidak langsung, dan titrasi alkalimetri.
Titrasi redoks merupakan titrasi terhadap larutan analit dengan larutan standar oksidator atau reduktor. Pada kurva titrasi redoks menyatakan hubungan antara volume oksidator atau reduktor yang ditambahkan dengan potensial sel yang terukur selama berlangsungnya proses titrasi. Metode titrasi redoks dapat digunakan untuk menentukan kuantitas analit seperti besi, bromin, hidrogen peroksida, nitrit, oksalat, kalsium, dll.
Banyak keunggulan yang dimiliki buku ini, diantaranya dari segi materi yang dipaparkan dalam buku ini sudah baik. Dimana pada setiap bab disajikan pembahasan materi yang sangat detail serta dilengkapi dengan contoh-contoh soal dan latihan soal untuk mempermudah pembaca dalam hal menguasi materi yang disajikan. Dalam tata bahasa yang disampaikan membuat pembaca mudah dalam memahami materi yang dipaparkan. Buku ini memiliki sampul dengan warna yang menarik serta jenis kertas yang baik sehingga membuat kenyamanan pada setiap orang yang membacanya. Di samping itu juga terdapat lampiran-lampiran yang lengkap pada buku ini sehingga mempermudah pembaca dalam memahami materi.
Disamping memiliki keunggulan, dalam sebuah karya juga tidak terlepas dari suatu kelemahan. Dalam buku kimia analitik dasar ini masih terdapat hal-hal kecil yang membuat buku ini dinilai kurang baik, yaitu dilihat dari segi penyajian gambar yang tidak berwarna sehingga menurunkan daya tarik pembaca, serta biografi penulis tidak dicantumkan di dalam buku ini, pembaca akan mengalami kesulitan sebagai contoh dalam hal pengerjaan tugas mungkin ada materi pelajaran yang berkaitan dengan hal tersebut. 
        Akhirnya, buku Kimia analitik dengan strategi problem solving ini dapat dijadikan pedoman bagi mahasiswa khususnya jurusan kimia. Di dalam buku didapatkan sejumlah pengetahuan dan keterampilan dari analisis kuantitatif yaitu analisis gravimetri dan analisis titimetri. Dengan adanya buku kimia analitik dasar dengan strategi problem solving ini di harapkan agar pembaca memperoleh atau mengembangkan suatu cara atau prosedur untuk mencapai tujuan tertentu berdasarkan penalaran atau secara ilmiah.

Daftar pustaka :
Pursitasari, I. Dwi. 2014. Kimia Analitik Dasar dengan Strategi Problem Solving dan Open-ended Experiment. Edisi Pertama. Bandung: Alfabeta.
 
Copyright 2010 Miftaqul's Blog